Asegap, Abdurrachman Hakim (2024) Refleksi Filosofi Tritangtu Pada Bangunan Bale Sebagai Artefak Budaya Sunda Di Kampung Naga Tasikmalaya. Masters thesis, Universitas Komputer Indonesia.
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Cover.pdf - Published Version
Download (30kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Lembar Pengesahan.pdf - Published Version
Download (242kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Persetujuan Publikasi.pdf - Published Version
Download (225kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Surat Pernyataan.pdf - Published Version
Download (124kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (53kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (42kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_BAB I.pdf - Published Version
Download (92kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_BAB II.pdf - Published Version
Download (233kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (18kB) | Request a copy
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB) | Request a copy
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_BAB V.pdf - Published Version
Download (11kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (72kB)
UNIKOM_Abdurrachman Hakim Asegap_Kontak penulis dan kontributor.pdf - Published Version
Download (119kB)
Abstract
Tritangtu merupakan falsafah hidup masyarakat Sunda yang memiliki arti keselarasan. Inti dari konsep tritangtu adalah mengenai keharmonisan yang dibangun oleh sineger tengah yang merupakan jalan tengah antara dualitas yang saling berlawanan atau kontradiktif. Artefak budaya Sunda diproduksi oleh masyarakat etnik Sunda dimana dalam hal ini masyarakat Kampung Naga, mempunyai tujuan tertentu dengan dasar pemikiran yang mereka anut yakni filosofi tritangtu. Bale sebagaimana merupakan artefak budaya Sunda mengakomodasi nilai makna tritangtu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep tritangtu yang terdapat pada bale patemon di Kampung Naga yang merupakan salah satu produk budaya Sunda yang memiliki konsep tritangtu. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk mengkaji filosofi tritangtu yang merupakan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat etnik Sunda. Bangunan bale patemon di Kampung Naga mencerminkan prinsip-prinsip hidup masyarakat Kampung Naga, yaitu keharmonisan, gotong-royong dan kebersamaan. Artefak produk budaya Sunda yang dipakai untuk memenuhi keperluan sehari-hari ternyata selain memenuhi aspek fungsional juga mengakomodasi sistem makna simbolik dan filosofis yang mengandung petunjuk hidup bagi masyarakat etnik Sunda. Identitas Sunda bukan sekedar pada produk-produk budayanya semata, tetapi cara kerja dan cara berfikir Sunda dalam menciptakan produk-produk budayanya. Produk-produk budaya Sunda tercipta atas dasar pemikiran orang Sunda yang menganut filosofi tritangtu (lampah, ucap, tekad).
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bale Patemon, Budaya Sunda, Kampung Naga, Tritangtu |
| Subjects: | 700 THE ARTS; FINE & DECORATIVE ARTS > Drawing & Decorative Arts1 N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR |
| Divisions: | S2 Pascasarjana > Magister Desain |
| Depositing User: | Mia Mia Hayati Kosasih |
| Date Deposited: | 09 May 2025 03:42 |
| Last Modified: | 09 May 2025 03:42 |
| URI: | http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/10189 |
