Putri, Nabila (2024) Identifikasi Masalah Keberadaan Pedagang Kaki Lima Di Ruang Publik Kecamatan Bandung Wetan, Coblong, Lengkong, Dan Sumur Bandung Di Kota Bandung. Other thesis, Universitas Komputer Indonesia.
UNIKOM_NABILA PUTRI_COVER.pdf - Published Version
Download (126kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version
Download (200kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_SURAT KETERANGAN PERSETUJUAN PUBLIKASI.pdf - Published Version
Download (143kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_LEMBAR PERYATAAN BUKAN PLAGIAT.pdf - Published Version
Download (166kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_KATA PENGANTAR.pdf - Published Version
Download (135kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (151kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_BAB I.pdf - Published Version
Download (455kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_BAB II.pdf - Published Version
Download (246kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_BAB III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
UNIKOM_NABILA PUTRI_BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (14MB) | Request a copy
UNIKOM_NABILA PUTRI_BAB V.pdf - Published Version
Download (124kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (129kB)
UNIKOM_NABILA PUTRI_KONTAK PENULIS DAN KONTRIBUTOR PENELITIAN.pdf - Published Version
Download (83kB)
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah yang ditimbulkan oleh keberadaan pedagang kaki lima pada ruang publik di Kecamatan Bandung Wetan, Kecamatan Coblong, Kecamatan Lengkong, dan Kecamatan Sumur Bandung di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Metode kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam mengenai permasalahan keberadaan pedagang kaki lima di ruang publik Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas di wilayah studi umumnya terkonsentrasi di area strategis seperti trotoar, pinggir jalan, dan dekat fasilitas umum, sehingga menyebabkan gangguan terhadap mobilitas pejalan kaki dan fungsi ruang publik. Masalah kemacetan, sirkulasi keselamatan pejalan kaki, kebersihan, kenyaman, dan keindahan yang terjadi disekitar aktivitas pedagang kaki lima juga penyebab dari keberadaan pedagang kaki lima. Penelitian juga mengungkap adanya perbedaan masalah antara zona merah, zona kuning, dan zona hijau. Pada zona kuning di Jalan Dipatiukur berada di peringkat pertama dengan nilai 24, menandakan bahwa meskipun pedagang kaki lima diizinkan beroperasi di sana pada waktu tertentu, area ini tetap menjadi yang paling bermasalah dan sirkulasi pejalan kaki yang menjadi masalah utama pada Jalan Dipatiukur. Zona merah Jalan Lengkong Kecil, dengan nilai 18, berada di peringkat kedua dan kemacetan dan lalu lintas menjadi masalah utama pada Jalan Lengkong Kecil. Sementara itu, Zona Hijau Jalan Teuku Umar, yang berada di peringkat ketiga dengan nilai 17, berkurangnya sirkulasi pejalan kaki menjadi masalah utama pada Jalan Teuku Umar. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan penataan pedagang kaki lima yang lebih efektif berdasarkan klasifikasi zona untuk mengurangi dampak negatif keberadaan pedagang kaki lima terhadap ruang publik.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pedagang Kaki Lima, Ruang Publik, Zona Pedagang Kaki Lima. |
| Subjects: | 700 THE ARTS; FINE & DECORATIVE ARTS > Civic & Landscape Art T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | S1 Skripsi > Perencanaan Wilayah dan Tata Kota |
| Depositing User: | Mia Mia Hayati Kosasih |
| Date Deposited: | 16 Jun 2025 05:13 |
| Last Modified: | 16 Jun 2025 05:13 |
| URI: | http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/10475 |
